Selasa, 10 Juli 2007

CINTA ABADI

Seutas senyum aku berikan
untuk dia simpan
sebusur sorot mata cinta aku titipkan
agar menjadi sebuah kenangan
sepasi ruang hati pun telah aku bagi
bila suatu saat nanti untuk dapat kau tempati
dan
yang sebagian hanya untuk yang Maha
jika pada waktunya datang
aku ingin menjadi orang yang paling Dia sayang

REFLEKSI LUMPUR PANAS dan SURAT AL ZALZALAH

Selama ini aku masih sadar
tak sedikitpun ku rasakan bumi bergetar
apalagi berguncang dengan guncangan yang dahsyat
tapi..
mengapa bumi secepat ini
mengapa bumi secepat ini...
sudah beratkah beban yang ditanggungnya

telah dia keluarkan sedikit beban beratnya
tak ada seberat kapas yang dihamburkan
sebentar lagi dia akan bercerita

ketika bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat

Minggu, 24 Juni 2007

LUKA LAMA

Dadaku bergetar lagi
ketika dia datang menantang
dengan jelas ku tatap parasnya
Setiap detak hatiku menerka
berbagai macam manipulasi hati
imajinasiku melayang mensketsa sebuah teka-teki baru
Diriku diselimuti oleh kasus aneh
setiap kali aku melihat wajah bertopeng itu
dadaku slalu berdegup kencang
jantungku terus memompa darah
sampai keluar menjadi air mata
Kali ini terasa lebih sakit
teka-teki itu telah sempurna
wajah yang setiap hari bersembunyi
hari ini berani menampakkan diri
sesaat lagi kasus ini akan segera ku akhiri
Ah...
aku terpana tak dapat bicara
meski hanya sepatah kata
wajah bertopeng yang selalu istimewa
ternyata luka lama yang dulu membuatku tak berdaya
Aku tersungkur, namun bukan bersujud syukur
aku terkapar, kurasa petir baru saja menyambar
setiap kali dia berkata tubuhku terlempar
mataku nanar, mulutku terkunci-lidahku kelu
Oh.. Tuhan.. mengapa aku masih di dunia ini
sembunyikan aku di dasar bumi-Mu
atau angkat aku ke puncak langitmu..