ketika dia datang menantang
dengan jelas ku tatap parasnya
Setiap detak hatiku menerka
berbagai macam manipulasi hati
imajinasiku melayang mensketsa sebuah teka-teki baru
Diriku diselimuti oleh kasus aneh
setiap kali aku melihat wajah bertopeng itu
dadaku slalu berdegup kencang
jantungku terus memompa darah
sampai keluar menjadi air mata
Kali ini terasa lebih sakit
teka-teki itu telah sempurna
wajah yang setiap hari bersembunyi
hari ini berani menampakkan diri
sesaat lagi kasus ini akan segera ku akhiri
Ah...
aku terpana tak dapat bicara
meski hanya sepatah kata
wajah bertopeng yang selalu istimewa
ternyata luka lama yang dulu membuatku tak berdaya
Aku tersungkur, namun bukan bersujud syukur
aku terkapar, kurasa petir baru saja menyambar
setiap kali dia berkata tubuhku terlempar
mataku nanar, mulutku terkunci-lidahku kelu
Oh.. Tuhan.. mengapa aku masih di dunia ini
sembunyikan aku di dasar bumi-Mu
atau angkat aku ke puncak langitmu..